Apa Jadinya Dunia Tanpa Ada Lagi Orang yang Mau Dengerin Musik?
Editor Pick Lifestyle

Apa Jadinya Dunia Tanpa Ada Lagi Orang yang Mau Dengerin Musik?

Pernahkah kau bertanya, “Apa jadinya dunia tanpa musik?” Rata-rata pasti akan merasa sepi. Buat orang yang hobinya dengerin musik, dunia dan musik itu hubungannya erat banget. Musik itu sendiri merupakan pengejawantahan ritme dan alunan nada yang dikeluarkan oleh alam sekitar.

Tiap pagi seenggaknya kita bisa denger suara burung (kalau di hutan). Kalau hujan ada suara gemuruh petir, air hujan yang mengetu-ngetuk atap rumah. Begitu pula saat angin sepoi-sepoi melintasi tubuh, apa yang kamu rasakan? Lembut. Penuh harmoni? Yup! Dunia dan alam sekitarnya punya alunan tersendiri dalam menciptakan kehidupan.

Rasanya enggak muluk-muluk kalau manusia pun bikin musik yang bisa langsung dinikmati tanpa pengandaian kayak tadi lagi. Berdasarkan catatan di buku “The Book of Origin” karya Trevor Homer, musik yang tercipta pertama kali di dunia itu berjudul “Hymn to Creation”. Ada pula yang punya versi lain terkait hal ini.

Awalnya musik itu emang buat hiburan aja. Tapi lama-lama fungsi musik beralih dan bisa beradaptasi terhadap bidang apa pun yang digeluti oleh manusia. Dalam dunia olahraga, ada senam yang enggak bisa berdiri kalau tanpa diiringi musik. Begitu pula di tempat-tempat atau fasilitas publik lain.

Coba kamu pergi ke mana pun di dunia ini. Pasti akan nemuin yang namanya musik. Mekipun itu cuma bentuk nyanyian. Begitu kamu mengiringiny dengan tepukan di lutut, itu sudah jadi sebuah musik yang harmoni. Pertanyaannya, “Apa yang terjadi kalau dunia ini enggak ada orang yang peduli dengan musik lagi?

Mal-mal akan sepi. Setiap perhelatan enggak cuma ada nyanyian demi nyanyian. Orang-orang akan bicara satu sama lain tanpa latar belakang musik. Pernikahan hanya ada acara resepsi begitu aja. Enggak ada kasidah, enggak ada rebana. Mungkin semua titik di dunia akan tiba-tiba sepi.

Rasanya emang mustahil ngilangin keberadaan musik dari dunia ini. Nyaris semua orang ngalamin ketergantungan yang sama. Tanpa musik hidup akan terasa hampa. Kurang berdaya. Sangking pentingnya sebuah musik, sampai-sampai banyak orang yang bercita-cita jadi penyanyi ataupun komposer musik terkenal.

Penghargaan dunia terhadap musik juga tinggi banget. Cuma dengan musik, orang bisa membangun kehidupan yang sejahtera. Uang, popularitas, sampai kedudukan semacam jabatan lain bisa dilompati melalui karir bermusik terlebih dahulu. Tanpa musik, mungkin mereka enggak bisa jadi bagian dari orang-orang penting.

Di kalangan terapi kesehatan, kini juga mulai menerapkan musik buat nyembuhin penyakit seseorang. Mereka berpendapat bahwa kalau orang hidup selalu menikmati setiap yang dilakukan, penyakit enggak mudah menyerang. Antara kebahagiaan dan kesehata ada hubungannya. Nah, musik itu sangat ampuh menjembatani keduanya.

Sampai sekarang jenis musik udah melimpah banget. Nyaris enggak keitung. Soalnya setiap tahun selalu aja ada pembaruan maupun inovasi di bidang musik. Misalnya aja musik disko. Dulu yang awalnya dikenal dengan disko klasik, kini udah menjelma jadi musik hip-hop, EDM (Electronic Dance Music), dan lain-lain.

Orang-orang yang dengerin musik disko juga makin melimpah. Soalnya musik ini selalu mengedepankan keselarasan jatuhnya tempo antara suara penyanyi juga musik itu sendiri. Siapa pun yang dengerin pasti enggak tahan buat ikut bergoyang. Seenggaknya bagian-bagian dari tubuh akan merespons dengan gerakan.

Balik lagi ke pertanyaan awal, “Apa jadinya dunia tanpa ada lagi orang yang mau dengerin dan peduli sama musik?” Sepertinya pertanyaan ini juga selaras dengan pertanyaan, “Apa jadinya dunia kalau sejak awal hingga sekarang musik ditemukan?” Yup. Setiap kebiasaan akan selalu menciptakan tradisi. Tradisi itu bisa abadi.

Like and Share ya 🙂